26

Nov
2016

Manige, Cukulilan Pertama Pada Batang Pohon Kemenyan

Posted By : Jeffar Lumban Gaol/ 254 0

Sampai awal tahun 70-an tahun, kemenyan yang dalam bahasa latin ilmiahnya dikenal sebagai Styrax Benzoin, mempunyai makna sakral dalam keyakinan masyarakat adat di Tanah Batak Kabupaten Humbang Hasundutan, Wilayah Adat Marbun.

Bagaimana leluhur itu dulunya memperlakukan pohon kemenyan? Dalam kultur petani, kemenyan di Humbang, dikenal satu istilah manige. Magine adalah mencungkil pada batang pohon kemenyan dengan cara unik. Hal itu bertujuan agar batang pohon yang dilukai tadi, dapat memproduksi getah kemenyan yang disebut sidukapi.

Sidukapi adalah getah pertama yang muncul setelah 3 bulan di sige. Dikatakan unik, sebab saat pohon kemenyan mencapai umur antara 10 sampai dengan 15 tahun, atau saat bunga pohon kemenyan sudah mulai berguguran, itulah tanda pohon kemenyan itu sudah layak di sige.

Maninge adalah cukilan pertama pada batang pohon yang akan menghasilkan getah berwarna putih. Getahnya tersebut baru bisa diambil sekitar tiga bulan kemudian, yang disebut mangaluak atau mengambil hasil getah kemenyaan.

Dalam tahapan proses manige, hal yang pertama dikerjakan adalah mangarambas, yaitu membersihkan tumbuhan yang ada di radius sekitar 2 meter, dari batang pohon.

Perkakas atau alat-alat para parhaminjon; ada agat berbetuk pisau bulat kecil digunakan mengambil getah haminjon. Getah tersebut menempel pada kulit batang pohon, maka untuk memanennya, petani harus mencongkel kulit batang kemenyan dan ditampung wadah bahul-bahul.

Getah putih yang disebut sidukapi adalah getah paling berkwalitas dari pohon hamijon, harganya mahal. Dari bekas cukilan itu akan menghasilkan tetesan getah kedua yang disebut tahir, biasanya dipanen dua-tiga bulan setelah memanen sidukapi, harganya lebih murah.

Haminjon yang tumbuh secara alami disebut haminjon jalangan. Bagi masyarakat, par haminjon jalangan diyakini ditanam oleh mulajadi nabolon (penguasa langit bumi). Dan karena lebih besar dan getahnya lebih banyak, anakan dari haminjon jalangan inilah yang diambil, ditanam kembali untuk regenerasi.

Sebelum pohon kemenyan dikerjakan, semua peralatan disiapkan, dibersihkan dan diasah. Dilanjutkan acara makan sesaji dengan iringan doa. Kemudian pohon kemenyan dikerjakan satu per satu. Pada saat tidur malam di sopo dalam hutan, biasanya dapat petunjuk lewat mimpi, seperti dalam mimpi kisah legenda si boru ganjang obuk (putri berambut panjang). Jika mimpi menyiratkan bagus, maka pohon kemenyan lainnya dapat dikerjakan.

Author

Penulis aktif di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, sebagai tim media dan mengelola tabloit Gaung AMAN.