23

Jan
2017

Hangatnya Kelimutu di Desa Weturaka

Posted By : adm-adat/ 178 0

Nama Danau Kelimutu tentu tak asing lagi bagi para pejalan. Danau vulkanis yang memiliki tiga warna dan dalam waktu tertentu selalu berganti-ganti warnanya, menyimpan banyak cerita dan misteri.  Buat kamu yang ingin ke Kelimutu sebaiknya jangan berhenti sampai di danau itu saja. Tak jauh dari sana, hanya sekitar satu jam, singgahlah di Desa Weturaka. Ini adalah desa ekowisata baru yang akan memberikan pengalaman berbeda untuk perjalananmu.

Udara segar dan hamparan sawah yang ditanami sayur-sayuran hijau akan memanjakan mata ketika memasuki salah satu desa dari 24 desa penyangga kawasan Taman Nasional Kelimutu. Desa Weturaka yang ditempuh selama dua jam perjalanan dari kota Ende, pada tahun 2009 dikenal sebagai desa holtikultura. Beberapa tahun lalu desa ini menjadi juara pertama Desa Wisata se-Kabupaten Ende.

Desa Weturaka dihuni sebanyak 176 KK yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bertani. Setiap hari mereka beraktifitas di kebun dan sawah. Tanah yang subur, keindahan dan keunikan alam, memberikan peluang untuk masyarakat setempat mengembangkan agro wisata. Selain itu ada air terjun dan air panas yang dikelola dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat.

Jika ingin lebih menikmati potensi wisata alam yang ada di Desa Weturaka, terdapat 15 rumah masyarakat yang telah disiapkan sebagai homestay untuk menerima wisatawan. Masak bersama, membuat kue tradisional, belajar bahasa daerah adalah suasana hangat dan akrab yang diciptakan oleh tuan rumah, sehingga kita betah dan merasakan seperti di rumah sendiri.

Waltukara_2-min
Penduduk desa yang sedang membawa hasil kebunnya

 

Kita pun bisa berbaur dengan masyarakat ikut menanam, memetik buah dan sayur-sayuran, sambil bercengkrama, menikmati alam sekitar dan menghirup udara yang segar. Hasil panenpun bisa dibawa pulang ke rumah untuk diolah dan dinikmati bersama.

Setelah puas berkebun, kita melanjutkan kunjungan wisata ke air panas Kolorongo yang berada di tengah areal persawahan. Bayangkan sensasinya saat kita sedang berendam air panas dan tubuh kita sedang merasakan rileks, mata ini disuguhi hamparan sawah hijau.

Pemandangan sawah di desa Waltukara
Pemandangan sawah di desa Watukara

 

Jika kita tak merasa cukup dengan apa yang ditawarkan tadi, tak perlu takut, masih ada air terjun Murukeba yang keduanya dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki dari Desa Waturaka.

Dalam perjalanan menuju lokasi air terjun, kita akan disuguhi dengan pemandangan indah. Jika berpapasan dengan masyarakat yang sedang berkebun, dengan ramah dan penuh kehangatan mereka akan menyapa dan menawarkan singgah di kebun atau di pondok kebun sekedar untuk saling berbagi cerita. Tak usah sungkan jika memang ingin sekadar mampir dan berbincang.

Bagi wisatawan yang tertarik dengan seni budaya, desa Waturaka juga memiliki sanggar Mutulo’o yang menyajikan kolaborasi alat musik tradisional, tarian dan lagu daerah. Terbentuk sejak tahun 2013 dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya Waturaka. Pementasan dilakukan jika ada permintaan dari wisatawan.

Pengelola desa wisata Weturaka juga siap menemani ke Danau Kelimutu.