Scroll untuk baca artikel
Berita

Worshop kopi di tanah kopi juara

142
×

Worshop kopi di tanah kopi juara

Sebarkan artikel ini

NUSANTARAKITA.ID – Kelompok 12 KKN-T dan program Fakultas Semarak Mengabdi UNIRA Malang mengadakan Workshop brtajuk kopi ditanah kopi juara yang diselenggarakan di Desa Amadanom Dampit pada hari Kamis 08 Februari 2023.

bagi pecinta kopi mungkin sudah tidak asing lagi bahwa Dampit adalah salah satu penghasil kopi yang berada di Kabupaten Malang, sehingga adanya kegiatan tersebut akan menunjang kelompok tani kopi untuk selalu melakukan akselerasi pengolahan kopinya agar bisa menjadi salah satu komoditas yang mengangkat perekenomian masyarakat.

Workshop diawali dengan menyajikan tiga kopi berbeda (uji cita rasa), yaitu kopi sachet, kopi serbuk yang biasa dijual di pasar dan yang ke tiga adalah kopi asli desa Amadanom. Peserta pertama diminta untuk mencium aroma kopi tersebut dan menebak kopi jenis apa yang mereka hirup.

Baca Juga :   Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software

Selain itu, mereka juga diminta menyebutkan apa saja yang dirasakan para peserta dari hasil aroma kopi yang mereka cium, sehingga pada kesimpulannya kopi Amadanom mempunyai beberapa aroma, seperti cokelat, pahit, manis, dan rempah.

Selanjutnya para peserta diminta untuk mencicipi kopi-kopi tersebut dan juga diminta pendapatnya tentang kopi yang mereka seduh, dan para peserta mulai menyebutkan satu persatu rasa yang mereka rasakan Ketika mencicipi, sehingga pada kesimpulannya kopi Amadanom yang paling nikmat cita rasanya.

Baca Juga :   Penutupan KKN-T, UNIRA Malang Gelar KOPDIMAS

Bukan hal baru sebenarnya kenapa kopi Amadanom menjadi kopi paling nikmat, karena memang sejatinya kopi Amadanom pernah menyabet juara nasional dari cita rasanya, lebih tepatnya masuk 20 besar nasional untuk cita rasa kopinya, akan tetapi para petani kopi merasa kesulitan dalam memproduksi banyak dikarenakan minim peralatan yang mereka miliki dan akses pasar yang masih minim dari mereka, sehingga banyak hasil produksi mereka masih kesulitan untuk menembus pasar daerah apalagi pasar nasional. Padahal, kopi Amadanom sudah pernah juara nasional dan tentu cita rasanya tidak diragukan.

Baca Juga :   Garda Bangsa Kabupaten Malang Bagi Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan

Workshop tersebut juga mendatangkan pemateri yang sudah tersertifikasi dari Puslitkoka yakni Rurid Rudianto, sehingga banyak sekali Solusi yang ditawarkan oleh pemateri tentang kesulitan yang dialami oleh para petani kopi Amadanom sehingga kedepannya harapannya kopi juara Amadanom bukan hanya bisa menembus pasar lokal akan tetapi bisa tembus pasar nasional terlebih lagi internasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *