Cara menentukan 1 Ramadhan 2022 Menurut Nu & Muhammadiyah

Cara menentukan 1 Ramadhan 2022 Menurut Nu & Muhammadiyah
Cara menentukan 1 Ramadhan 2022 Menurut Nu & Muhammadiyah

NUSANTARAKITA.ID – Sebentar lagi umat muslim didunia akan memasuki bulan Ramadhan, yaitu bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Pada dasarnya didalam menetapkan 1 Ramadhan dan satu Syawal di setiap tahunya di Indonesia hingga saat ini dan mungkin saat-saat mendatang tak kunjung menyatu, selalu ada saja timbul perbedaan yang mungkin disebabkan adanya perbedaan prinsip yang mendasar dalam memahami nash yang berakibat melahirkan perbedaan cara penerapannya.

Baca Juga : Pijat Geprek Lulur Cabai

Nantinya umat Muslim Indonesia akan mengetahui kapan jatuhnya 1 Ramadhan, apakah jatuh pada hari sabtu atau minggu. Namun Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab menilai bahwa pada Jumat 1 April 2022 M, ijtima’ jelang Ramadhan 1443 H terjadi pada pukul 13:27:13 WIB. Dengan demikian Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1443 jatuh pada hari Sabtu, 2 April 2022.

Sementara Nahdhatul Ulama yang menggunakan metode rukyatul hilal menilai posisi hilal pada jumat berada sedikit diatas kriteria imkanur rukyat, atau kemungkinan hilal bias dilihat.

Data hisab LF PBNU menunjukkan keadaan hilal sudah berada di atas ufuk, tepatnya + 2 derajat 04 menit 12 detik dan lama hilal 9 menit 49 detik, dengan markaz Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT. Sementara konjungsi atau ijtimak bulan terjadi pada Jumat Pahing 1 April 2021 pukul 13:25:54 WIB.

Sementara itu, letak matahari terbenam berada pada posisi 4 derajat 34 menit 09 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 2 derajat 48 menit 22 menit utara titik barat. Adapun kedudukan hilal berada pada  1 derajat 45 menit 47 detik selatan matahari dalam keadaan miring ke selatan dengan elongasi 3 derajat 24 menit 06 detik.

Berdasarkan hisab yang sama maka diketahui parameter hilal terkecil terjadi di Kota Jayapura, Papua, yakni sebesar +1 derajat 12 menit dengan elongasi 2 derajat 58 menit dan lama hilal 5 menit 48 detik. Sementara parameter hilal terbesar terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat dengan tinggi +2 derajat 06 menit, elongasi 3 derajat 04 menit, dan lama hilal 8 menit 42 detik.

Dengan ketinggian 2 derajat lebih 4 menit dan 3 derajat 4 menit, hilal tampaknya akan sulit dirukyat. Terlebih umur bulan yang belum mencapai 8 jam. Jika hilal tidak terlihat, otomatis bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari atau dalam bahasa Fiqih disebut istikmal. Dengan begitu, awal Ramadhan 1443 H bisa jatuh bertepatan dengan Ahad, 3 April 2022. Sementara Sabtu, 2 April 2022, masih terhitung tanggal 30 Sya’ban 1443 H.

Sementara itu kementrian agama Republik Indonesia  akan melakukan siding isbat setelah melakukan pemantauan melalui dua metode. Sejauh ini sudah ada satu metode yakni metode Hisab atau pemantauan secara astronomi telah ditentukan 1 Romadhon  jatuh pada tanggal 2 April besok, namun selain itu akan dilakukan Ru’yatul Hilal atau pemantauan langsung dilapangan. Memantau pergerakan benda-benda langit  mengkorfimasi hasil dari metode Hisab. Ada 101 lokasi Ru’yatul Hilal yang akan dilakukan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia, selain itu masyarakat ataupun kelompok masyarakat juga banyak yang melakukan Ru’yatul Hilal.

Penulis: ImronEditor: Shofyan Assauri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.