Dua Rayon Kebanggaan PMII Komisariat IBNU SINA adakan MAPABA Ke-3

  • Bagikan
Dua Rayon Kebanggaan PMII Komisariat IBNU SINA adakan MAPABA Ke-3

NUSANTARAKITA.ID – gabungan dua Rayon Komisariat IBNU SINA yakni Rayon Penakluk “al-Fatih” dan Rayon Hasan bin Tsabit mengadakan Masa Penerimaan Anggota Baru(MAPABA) pada Hari Jumat-Sabtu, 28-29 Oktober 2021.

Acara ini dilaksanakan dibalaidesa Sukosari, Kecamatan Gondaglegi Kab. Malang, Memanfaatkan ruang isolasi mandiri(Isoman) pemerintah desa yang kosong diset menjadi tempat berlangsungnya acara.

Ketua Rayon “Penakluk” AL Fatih sahabat Ilham Aminulloh mengungkapkan bahwasanya MAPABA adalah jenjang kaderisasi awal yang harus dilampaui mahasiswa untuk bergabung kedalam keluarga Pergerakan Mahasiswa Indonesia(PMII).

“Iya, MAPABA ini kan gerbang awal bagi mahasiswa atau mahasiswi untuk masuk kedalam PMII. Jadi ya harus ditenani(sungguh-sungguh. Jawa, Red) Ungkap Ilham

Baca Juga : Komisariat PMII Raden Rahmat Rayakan Harlah ke-18 Tahun

Senada juga disampaikan Ketua Rayon Hasan bin Tsabit, Sahabat Mella Zamruda. Bahwasanya momen MAPABA ini peserta seharusnya menanamkan jiwa yang haus dan rakus akan ilmu.

“Ya kalian manfaatkan betul-betul mapaba ini, karena banyak ilmu yang akan simpang siur dipenglihatan, pendengaran, dan perasaan samean. Tanamkan kerakusan terhadap ilmu” pungkasnya disela sambutan.

Peserta kebanyakan berasal dari Kampus sendiri, yakni STIT Ibnu Sina Kepanjen. Biarpun juga ada peserta dari kampus lain.

“Ada juga satu peserta yang berasal dari UIN SATU Tulungagung” pungkas ketua pelaksana Mia Auliyah

Acara ini dibuka langsung oleh ketua komisariat Ibnu sina, Sahabat Syamsudh Dhuha. “MAPABA ini adalah kunci utama penyebaran dan penanaman faham Aswaja dilingkungan kampus. Maka perhatikan materi dengan baik dan benar untuk kemudian juga dipraktekkan”

Closing statement diutarakan oleh ketua umum PC PMII Kab. Malang Sahabat Abukhori, S.H “PMII adalah organisasi mahasiswa terbesar diindonesia, PMII juga merupakan organisasi yang shohih karena menjadi pemadu antara Islam dan Indonesia”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *