5 Kekhususan Dan Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan

5 Kekhususan Dan Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan

NUSANTARAKITA.IDBulan suci Ramadhan ialah bulan mulia yang selalu dinanti-nantikan oleh umat muslim didunia, begitupun di Indonesia. Beribadah pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT, menjadikan umat islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah.

Ada banyak keutamaan yang dimiliki bulan suci Ramadhan diantaranya ialah :

Pertama, puasa Ramadhan adalah rukun ke empat dalam islam. Firman Allah Ta’ala :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” ( Al-Baqarah : 183).

Sabda Nabi : Islam didirikan atas lima sendi, yaitu : syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah,mendirikan shalat,menunaikan zakat,puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram. “ ( Hadist Muttafaq ‘alaih).

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana pentin g untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipat gandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan pahala ibadah puasa khusus untuk dirinya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadist Qudsi :

“ Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kasturi.” ( Hadist Muttafaq ‘Alaih).

Kedua, Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.

Ketiga, Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi, para sahabat dan khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi  “ Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “(Hadist Muttafaq ‘alaih).

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.