Pariwisata yang bertanggung jawab

Indonesia dengan adat ketimuran dikenal sebagai bangsa yang sopan dan ramah. Namun tentunya kita sebagai pengunjung juga harus memperhatikan adat dan kebiasaan di suatu tempat wisata. Dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat adat, kami ingin mengajak siapa saja untuk menerapkan Etika Wisata Yang Bertanggung Jawab, agar tercipta suasana perjalanan yang menyenangkan tanpa merugikan siapapun.

 

Etika Umum
• Kadang ada perbedaan taraf hidup yang mencolok antara pengunjunga dengan masyarakat yang dikunjungi. Harus ada pemahaman dari wisatawan semua layanan harus diukur dengan ukuran masyarakat setempat.
• Memberi hadiah bukan hal yang tabu tapi bisa jadi akan merusak sikap masyarakat setempat. Akan lebih baik sebuah pemberian diatur secara baik lewat kelembagaan pengelola wisata lokal
• Harga peralatan fotografi atau sepasang sepatu bisa jadi lebih mahal daripada jumlah pendapatan masyarakat setempat. Lebih baik untuk tidak memamerkan atau memberitahukan harga yang bisa memunculkan salah faham.
• Pengunjung dilarang membujuk masyarakat setempat untuk menjual obyek sakral, pusaka, tradisi, yang menjadi warisan budaya di negara tersebut (kecuali ada barang sejenis yang memang diperuntukan untuk dijual pada wisatawan).
• Pengunjung hanya boleh meninggalkan jejak dan kenangan. Akan sangat dianjurkan untuk ikut menjaga apapun yang ada di komunitas adat setempat.
• Pengunjung dilarang meninggalkan sampah. Peralatan yang bisa didaur ulang akan membantu mengurangi jumlah sampah di lokasi wisata. Lebih baik mengurangi sampah plastik daripada meninggalkan di lokasi.
• Lebih baik membawa kembali pulang beberapa jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang (plastik, batu batere, dll) terutama jika infrasruktur pengelolaan sampah tidak memadai di suatu lokasi tujuan wisata.
• Air dan energi mungkin menjadi barang langka di suatu daerah. Gunakan secukupnya dan hindari untuk mengotori dengan polutan.

 

Hormati Adat dan Kebiasaan
• Masyarakat adat mempunyai aturan-aturan adat yang mereka pegang teguh. Mari ikut menghormatinya. Komunikasi akan sangat penting untuk memperjelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di suatu komunitas adat
• Kearifan, pengetahuan lokal dan ekspresi budaya suatu masyarakat adat bisa jadi sangat berbeda dan bertolak belakang dengan kebiasaan-kebiasaan kita sendiri sebagai pengunjung. Kita datang bukan untuk menghakimi apa yang ada di masyarakat, namun saling menghormati adat dan kebiasaan masing-masing.
• Nusantara Kita mendorong masyarakat adat untuk menjalankan secara mandiri pengelolaan wisata di komunitasnya. Dengan memakai jasa pelayanan oleh masyarakat lokal (guide, juru masak, transportasi lokal, tukang kuda, porter, tukang bersih dan sebagainya), kita sebagai pengunjung akan turut menjalankan prinsip ekonomi berbagi (sharing economy).

 

Akomodasi
Program kami menawarkan konsep live-in di komunitas masyarakat adat. Tentunya kamu akan menginap bersama keluarga tuan rumah di rumah-rumah yang disediakan oleh kelompok pengelola wisata setempat. Akan ada perbedaan kondisi tergantung pada model rumah yang ada. Di beberapa komunitas kamu akan mendapat kamar yang disediakan khusus untuk tamu. Di tempat lain kamu bisa merasakan tinggal di rumah tradisional, yang masih menjaga orisinalitasnya: ruang bersama untuk tamu, lantai kayu beralas kasur dengan kelambu anti nyamuk. Yang jelas, tuan rumah akan memberikan yang terbaik untuk memastikan perjalananmu nyaman dan menyenangkan.

 

Makanan dan minuman
Tinggal bersama warga tentu saja kamu akan menikmati makanan keseharian di komunitas setempat. Tamu makan apa yang tuan rumah makan. Tentu saja kebutuhan khusus seperti diet, pantangan tertentu atau vegetarian bisa disampaikan terlebih dahulu. Kami mendorong pengelola wisata adat untuk terus mempertahankan kuliner lokal sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya setempat.

 

Aktivitas
Kami menawarkan program wisata dengan banyak kegiatan luar ruang. Jalan-jalan keliling kampung, trekking ke hutan, sawah, sungai, pantai dan sebagainya. Juga program pengenalan adat dan budaya melalui aktivitas keseharian masyarakat, ke sawah, berburu ke hutan, mencari ikan di laut, dan sebagainya. Dari mana adat dan budaya lahir kalau bukan dari perilaku dan aktivitas sehari-hari yang ditopang oleh nilai-nilai kearifan lokal. Coba juga ikut belajar kesenian tradisional, kerajinan tangan, bahkan memasak kuliner lokal.

 

Lokasi dan Akses
Banyak wilayah adat yang berada di lokasi ‘terpencil’ dan sulit akes transportasi maupun telekomunikasi. Ada baiknya kamu mempersiapkan diri dengan informasi sejelas mungkin terkait moda transportasi, layanan komunikasi hingga kebutuhan keuangan (ATM/Bank). Nusantara Kita dan pengelola wisata adat di komunitas dengan senang hati akan membantu segala keperluan perjalananmu.

 

Saling Berbagi
Dengan membeli program perjalanan Nusantara Kita, selain turut membantu kemandirian ekonomi masyarakat, kamu juga ikut membantu masyarakat menghidupkan kembali tradisi-tradisi lama, menjaga adat dan budayanya termasuk kesenian, kerajinan, rumah tradisional, kuliner lokal, dan sebagainya, serta membantu masyarakat melestarikan alam lingkungannya.