Pelaku Pelecehan dan Persekusi Terhadap Anak Panti Asuhan di Malang Ditangkap

  • Bagikan
Ilustrasi - Pelaku Pelecehan dan Perundungan Terhadap Anak Panti Asuhan Malang Ditangkap/Pixabay/Anemone123

NUSANTARAKITA – Sempat buron, pelaku pelecehan dan perundungan terhadap anak panti asuhan Kota Malang akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian daerah setempat.

Terduga pelaku pelecehan berinisial D dan gerombolan lain berjumlah total 10 orang yang ramai-ramai melakukan perundungan terhadap korban, kabarnya sudah ditangkap oleh pihak berwenang.

Hal ini sebagaimana dilansir NusantaraKita dari informasi yang diberikan oleh akun Facebook bernama Mega Kurnia pada grup Komunitas Peduli Malang Raya (Asli Malang), pada Selasa 23 November 2021.

“Sekedar info yang lagi rame anak panti asuhan diperkosa dan dianiaya rame2. Pelaku sudah ketangkap semua,” tulis akun tersebut.

Berdasarkan penuturan lebih lanjut yang akun tersebut berikan, saat ini korban pelecehan dan perundungan tengah berada di rumah suadaranya didampingi oleh Dinsos, Perlindungan Anak dan 15 pengacara.

“Dan untuk saat ini di rumah saudara korban lagi ramai 15 pengacara, Dinsos dan perlindungan anak mau rame2 ke Polres,” tulisnya.

Terkait dimana alamat lengkap rumah saudara korban yang dimaksud, akun Facebook tersebut mengaku bahwa keluarga enggan membeberkan.

Sebab korban pelecehan dan perundungan tersebut diduga masih shock serta trauma sehingga masih belum mau bertemu dengan orang lain.

Kasus pelecehan dan penyiksaan terhadap anak panti asuhan di Kota Malang ini mencuat ketika sebuah video kejadian tersebut beredar di sosial media.

Video penyiksaan berdurasi sekitar 2 menit itu kemudian viral dan membuat sebagian besar Warganet naik pitam hingga melancarkan sumpah serapah.

Pasalnya, anak tersebut berjenis kelamin perempuan dan masih berusia kurang lebih 13 tahun. Saat kejadian, korban terlihat mengenakan seragam sekolah.

Peristiwa ini merupakan sebuah ironi, mengingat korban masih bocah di bawah umur terlebih dia berasal dari panti asuhan.

Ketika diminta konfirmasi oleh wartawan Antara, Kapolresta Kota Malang, AKBP Budi Hermanto membenarkan kejadian bejat tersebut.

“Iya (benar). Masih diminta keterangan,” ucap Budi Hermanto sebagaimana dikutip Malang Terkini dari Antara pada Selasa 23 November 2021.

Selain disiksa oleh rekannya, gadis kecil Malang tersebut juga dikabarkan mendapat perlakuan tak senonoh alias dilecehkan pada hari yang sama tetapi di tempat berbeda.

“Kejadian pada 18 November 2021, ada dua TKP. Pertama pencabulan kemudian ada persekusi dari teman-temannya. Untuk laporan pertama sudah kami lakukan terkait kekerasan. Rencananya orang tua korban akan melapor terkait pencabulan dan pengeroyokan,” ujar Budi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *