Opini  

PMII BESAMA PERADABAN

PMII BESAMA PERADABAN

PMII BESAMA PERADABAN

Oleh : M. Khotib

NUSANTARAKITA.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia merupakan organisasi kemahasiswaan yang besar ditanah air ini terbukti kini telah memiliki cabang diseluruh Indonesia, dan memiliki ribuan kader dari seluruh Indonesia yang sebagian besar kadernya adalah pemuda nahdiyin dari seluruh nusantara yang tergabung dalam Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia atau lebih dikenal PMII, Yang kini sudah berumur 62 tahun.

Lahirnya PMII merupakan dari ide mahasiswa nahdiyin yang ingin mempuyai wadah yang secara spesifik dari Nahdatul Ulama’ sehingga kaum muda NU berfikir bahwa sangat penting organisasi kehasiswaan tersebut lahir.

Maskipun pada saat itu ada organisasi  nahdiyin akan tetapi sifatnya local tidak  secara nasional seperti IMANU, PMNU dan lain sebagainya namun hasrat kuat yang lahir dalam pemikiran mahasiswa pada saat itu adalam organisasi yang sersifat Nasional tentu memiliki ideologi Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja).

Ada juga organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulamak (IPNU) yang mana mahasiswa NU terwadahi dalam dapartemen perguruan tinggi IPNU, namun  tidak menyurutkan mahasiswa nahdiyin untuk memiliki wadah secara khusus sendiri.

Baca Juga : Puluhan Kader PMII Raden Rahmat Bagi 500 Ta’jil

Semua itu terbukti pada tanggal 14-17 maret 19660 konferensi besar IPNU di kaliurang Yogyakarta sepakat untuk mendirikan organisasi  khusus nahdiyin dan kemudian dibentuk panitia pembentukan yang terdiri dari 14 mahasiswa nahdiyin pada saat itu untuk merumuskan wadah tersebut.

Setelah dimusyawarahkan oleh 14 perumus tersebut pada tanggal 14-16 April 1960 di gedung madrasah mu’alimin nahdatul ulama’ (gedung yayasan khadijah wonokromo Surabaya),dan hasil musyawarah tersebut diumumkan dibalai pemuda pada tanggal 17 April 1960 dan saat itu lah PMII resmi menjadi organisasi mahasiswa nahdiyin yang berideologi Ahlusunna Waljamaah.

Hingga saat ini  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, tetap eksis sebagai organisasi kemahasiswaan dari zaman kezaman hal tersebut terbukti kini PMII telah mendunia dan memiliki 230 cabang dan 24 koordinator cabang diseluruh Indonesia.

Tetap diterimanya PMII oleh peradaban yang selalu berubah berubah itu semua tidah lepas dari kaderisasi yang dilakukan oleh PMII agar selalu sesuai dengan zaman yang akan dilalui oleh PMII tersebut dengan kader yang melimpah yang akan memberikan warna bagi negara ini dan kader PMII yang diproses dengan sistem kaderisasi yang tidak kontra diktif dengan pradaban akan selalu menjadi kebutuhan bangsa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.