PPKM Jawa dan Bali diperpanjang, begini aturan baru inmendagri

  • Bagikan
Aturan baru Inmendagri Nomor 67 Tahun 2021 untuk wilayah jawa dan bali

NUSANTARAKITA.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui konferensi pers daring menyampaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3  untuk wilayah Jawa dan Bali di perpanjang, Senin 13/12/2021. Perpanjang  PPKM untuk Jawa dan Bali akan berlangsung selama 3 minggu mulai tanggal 14 Desember sampai 3 Januari.

Menurut Luhut informasi penerapan PPKM Jawa dan Bali ini akan di sampikan melalui Inmendagri,

‘’ Detail mengenai informasi ini akan disampaikan melalui Inmendagri yang akan berlaku selama 3 Minggu kedepan’’.

Luhut menyampaikan bahwa penerapan PPKM selama ini di Jawa dan Bali cukup sukses. Hal ini dikarenakan penurunan kasus Covid-19 diangka 99 persen sejak mengalami lunjakan kasus pada bulan juli lalu.

‘’Saat ini pula angka kasus konfirmasi masih terus dapat dijaga dan penurunannya masih di angka 99 persen sejak puncak kasus pada bulan juli lalu’’.

Adapun aturan baru yang tertuang di dalam Instruksi Mentri Dalam Negri (Inmendagri) Nomor 67 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 yaitu:

PPKM Level 3 wilayah Jawa dan Bali

  • Pembelajaran tatap muka di sekolah dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen
  • SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB melaksanakan tatap muka dengan kapasitas maksimal 62 persen sampai 100 persen, menerapkan jaga jarak 1,5 meter dan maksimal 5 murid per kelas
  • PAUD melaksanakan tatap muka dengan kapasitas maksimal 33 persen, menerapkan jaga jarak 1,5 meter dan maksimal 5 murid per kelas
  • Sektor non-esensial diizinkan melaksanakan bekerja dari kantor (WFO) maksimal 25 persen bagi pegawai yang sudah divaksin
  • Sektor esensial seperti perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-karantina, dan industri ekspor dapat melaksanakan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen untuk pelayanan masyarakat dan 25 persen untuk administrasi perkantoran
  • Sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, dan energi dapat beroperasi 100 persen
  • Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 21.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen
  • Apotek dan toko obat dapat buka 24 jam
  • Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai dengan pukul 17.00 waktu setempat
  • Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil dan usaha sejenis dapat beroperasi sampai pukul 21.00
  • Warung makan, warteg, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan diizinkan buka sampai pukul 21.00 dengan maksimal pengunjung makan di tempat 50 persen dan waktu makan 60 menit
  • Restoran dan kafe dapat buka sampai pukul 21.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen, satu meja maksimal 2 orang, dan waktu makan maksimal 60 menit
  • Restoran dan kafe yang buka malam hari dapat beroperasi mulai pukul 18.00 sampai pukul 00.00 dengan kapasitas maksimal 25 persen, satu meja 2 orang, dan waktu makan maksimal 60 menit
  • Pusat perbelanjaan, mall, atau pusat perdagangan dapat dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persn sampai pukul 21.00. Anak usia di bawah 12 tahun dilarang memasuki mall
  • Bioskop dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen dan hanya boleh dimasuki pengunjung kategori Hijau dan Kuning dalam aplikasi PeduliLindungi. Anak usia di bawah 12 tahun dilarang masuk bioskop
  • Kegiatan konstruksi untuk infrastruktur publik dapat beroperasi maksimal 100 persen
  • Kegiatan konstruksi untuk infrastruktur non-publik diizinkan maksimal 30 orang
  • Tempat ibadah dapat melaksanakan kegiatan keagamaan berjamaah dengan kapasitas maksimal 50 persen atau 50 orang Fasilitas umum seperti taman, tempat wisata umum, dan area publik lainnya ditutup sementara
  • Kegiatan seni budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian ditutup sementara Pusat kebugaran atau gym diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen
  • Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen
  • Pesawat terbang dapat beroperasi dengan kapasitas penuh atau 100 persen
  • Resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 25 persen hadiri dari kapasitas ruangan tanpa makan di tempat.

Berita selanjutnya ……

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *