Presiden Joko Widodo Geram Terhadap Menterinya terkait BBM

Presiden Joko Widodo Geram Terhadap Menterinya terkait BBM
Presiden Joko Widodo Geram Terhadap Menterinya terkait BBM

NUSANTARAKITA.ID – Presiden Republik Indonesia geram terhadap menteri yang menaikkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax tetapi tidak melakukan komunikasi terlebih dulu dengan masyarakat..

Dalam kondisi sepertini ini, presiden meminta seluruh menterinya waspada, terutama yang berkaitan dengan gas dan pangan, apalagi menjelang lebaran. Dan mengingatkan kepada menterinya terus berkonsolidasi agar tidak keliru dalam mengambil kebijakan.

Presiden meminta kepada para pembantunya agar lebih sensitif dan memiliki sense of crisis. Sebab, kenaikan harga bahan bakar menyebabkan masyarakat menjadi sulit.

Baca Juga : Presiden RI telah menandatangi aturan Tunjangan Hari Raya dan Gaji ke-13

seharusnya menteri yang bersangkutan memberi kejelasan kepada masyarakat terkait alasan harga pertamax naik. Hal ini untuk membuktikan bahwa pemerintah masih punya empati.

“jangan sampai kita ini seperti biasanya dan tidak dianggap oleh masyarakat tdiak melakukan apa-apa, tidak ada statement tidak ada komunikasi,” ujar jokowi.

“Oleh sebab itu, yang hadir disini anggota cabinet, kepada semua menteri, kepala lembaga agar kebijakan yang diambil itu tepat. Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pertanyaan-pertanyaan kita harus memiliki sense of crisis. Harus sensitive terhadap kesulitan-kesulitan rakyat,” jelaskan seperti disiarkan You Tube Sekretariatan Presiden, rabu (6/5/2022).

“Sekali lagi, merumuskan kebijakan yang tepat, melakukan langkah-langkah dan kepemimpinan yang tepat di lapangan dan memberikan sekali lagi pernyataan yang sangat berempati kepada masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya PT Pertamina menaikkan harga BBM Pertamax dari Rp. 9.000 menjadi paling mahal Rp. 13.000 perliter. Kenaikan mulai berlaku pada 1 April 2022 yang lalu.

Pjs Corporate Secretary Pertamina Irto Ginting mengatakan harga pertamak disemua daerah yang menetapkan PBBKB sebesar 5% naik menjadi Rp. 12.500

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.