Presiden RI telah menandatangi aturan Tunjangan Hari Raya dan Gaji ke-13

Presiden RI telah menandatangi aturan Tunjangan Hari Raya dan Gaji ke-13
Presiden RI telah menandatangi aturan Tunjangan Hari Raya dan Gaji ke-13

NUSANTARAKITA.ID – Presiden RI telah menandatangi aturan Tunjangan Hari Raya dan Gaji ke-13 untuk seluruh ASN, TNI, POLRI, ASN Daerah, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Pejabat Negara.

Dalam aturan tersebut, yang memiliki tunjangan kinerja juga mendapatkan tambahan komponen THR berupa tunjangan sebesar 50 persen.

“saya telah menandatangani Peraturan Tentang Pemberian THR dan Gaji ke-13 untuk seluruh ASN, TNI, POLRI, ASN Daerah, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Pejabat Negara, serta tambahan tunjangan  kinerja 50 persen untuk ASN, TNI, dan POLRI aktif yang memiliki tunjangan kinerja” ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangannya di Istana Merdeka Jakarta, pada kamis (14/042022).

Baca Juga : kabar baik untuk guru, tunjangan sertifikasi triwulan 1 dicairkan tahun 2022

Aturan tersebut telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada Rabu (13/4/2022) kemarni. Jokowi mengatakan kebijakan ini merupakan hadiah bagi abdi Negara karena bantuan penanganan Covid-19 ASN, TNI, POLRI, ASN Daerah, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Pejabat Negara.

“Serta diharapkan menambah daya beli masyarakat dan membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya

Ketentuan mengenai teknis pemberian THR dan Gaji ke-13 akan diatur dengan Peraturan Mentri Keuangan untuk yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Peraturan Kepala Daerah untuk yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN).

Sedangkan bagi pegawai swasta, Kementrian Tenaga Kerja mengimbau perusahaan agar memberikan THR paling lambat tujuh hari sebelum Hari raya Idul fitri. Hal ini berarti THR maksimal sudah dicairkan pada 26 April 2022.

Kemnaker Ida Fauziyah Mengatakan pekerja yang mendapatkan hak tunjangan hari raya adalah pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), Buruh harian, pekerja rumah tangga, pekerja outsouricing, termasuk tenaga honorer. Ujar Ida dalam Konferensi pers virtual, Jumat (8/4/2022)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.