Setelah Pinangki, Kini Giliran Djoko Tjandra Dapat keringanan Hukuman

  • Bagikan
Setelah Pinangki, Kini Giliran Djoko Tjandra Dapat keringan Hukuman
Foto : Jaksa Pinangki dan Djoko Candra

Nusnatarakita.id – Hukuman terhadap jaksa Pinangki dipotong menjadi empat tahun penjara dari semula 10 tahun penjara. Hal itu diputuskan majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta saat mengabulkan permohonan banding Pinangki.

Sebelumnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Menvonis Pinangki dengan hukuman 10 Tahun penjara karena terbukti melakukan tiga tindak pidana tersebut diantranya menerima suap, melakukan pencucian uang dan melakukan pemufakatan jahat terkain pengurusan fatwah di Mahkamah Agung ( MK ).

Setelah tuntutan tersebut Pinangki melakukan hukum banding kepada pengadilan tinggi DKI Jakarta dan saat juni 2021 majelis PT DKI Jakarta menerima banding pinangki, dan memangkas hukuman terdakwa yang terbukti melakukan tiga tindak pidana dalam pengurusan fatwah tersebut dengan pidana 4 tahun juga diberikan denda sebayak Rp 500 juta.

Baca Juga : Aremania Laok Kali Salurkan Bantuan Paket Sembako

Selain penangki, juga nama Djoko  Tjandra yang mendapatkan potongan masa hukuman oleh  Pengadila Tinggi Jakarta, potongan masa tahanan yang diberikan terhadap Djoko Tjandra tersebut merupakan dari hasil bangding yang dilakukan oleg pihakDjoko Tjandra.

Pada tanggal 27/07/2021, panding yang diajukan oleh pihak Djoko Tjandra diterima oleh Pengadilan Tinggi Jakarta dan berikan potongan satu tahun hukuman   atas kasus penghapusan red notice dan pengurusan fatwa MA yang semula 4,5 tahun menjadi 3,5 tahun penjara.

Mengutip dari Kompas.com Potongan yang diterima oleh Djoko Tjandra dan pinangki menurut Boyamin saiman Koordinator Masyarat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) merutnya karinganan yang diberikan oleh Majelis hakin pengadilan Tinggi Jakarta kepada Djoko Tjandra merupakan berawal dari potongak hukuman yang diberikan terhadap pinangki Sirna Malasari.

“Karena pinangki sudah terlanjur divonis 4 tahun, maka penyuap dibawah yang disuap. Rumus hukum di Indonesia memang seperti itu, kalau hukuman Djoko diturunkan, Djoko akan lebih berap hukumannya dari pada pinangki,” kata Boyamin

Boyamin junga menambahkan pendapatnya. “Tampaknya yang bermasalah ini hakim di tingkat banding yang memvonis pinangki dan hakimnya pun dan hakimnya juga sama dalam bandingnya Djoko. Ini sudah menabrak tembok,” tuturnya.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *