Pesan dari AMAN

Bisa dikatakan kondisi masyarakat adat di Indonesia masih diwarnai banyak kisah menyedihkan. Ribuan komunitas adat atau jutaan orang yang menghuni wilayah-wilayah kaya sumber daya alam dan kaya budaya, masih belum mendapat pengakuan penuh dari Negara. Tidak jarang juga mereka mendapat perlakuan diskriminatif oleh kebijakan-kebijakan sosial politik. Mereka diperlakukan hanya sebagai objek dari kebijakan. Di sisi lain, rendahnya keterampilan dan pendidikan membuat masyarakat adat dianggap pemalas dan mudah menjadi korban pengambilalihan wilayah adatnya.

Oleh karena itu Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), sebuah organisasi kemasyarakatan adat, mengkampanyekan kemandirian dan kedaulatan ekonomi sebagai salah satu visinya. Lewat Pariwisata Masyarakat Adat atau Indigenous Tourism, masyarakat adat dapat menunjukan identitas mereka sebenarnya, dengan mengelola secara mandiri sumber daya yang dimiliki, terus menjaga kelestarian alam sebagaimana diwariskan oleh para leluhur.

AMAN memiliki anggota sebanyak lebih dari 2000 komunitas masyarakat adat tersebar di 30 propinsi, 215 kabupaten dan lebih dari 3000 desa. Semuanya mencakup wilayah-wilayah dengan keindahan panorama, keragaman flora fauna, kekayaan budaya yang berbeda-beda, dengan peninggalan jaman pra-sejarah , ritual-ritual adat, kesenian tari musik dan permainan, pengobatan tradisional, hingga kuliner tradisional.

AMAN terus berupaya keras untuk menjaga semua itu tetap berlanjut, dan dengan pariwisata berbasis masyarakat adat, kami menaruh harapan besar suatu saat masyarakat adat di Nusantara ini akan lebih dikenal, diakui dan dihormati.

Arifin Saleh
Deputi Ekonomi AMAN