Taliban Menduduki Pemerintahan Afganistan Setelah Presiden Ghani Pergi

  • Bagikan
presiden Afganistan

NusantaraKita.Id – Taliban mulai menguasai Ibu Kota Kabul presiden afganistan pergi meninggalkan negaranya dengan secara diam diam dan bayak pihak yang mengkritik atas kepergian Presiden Ahraf Ghani  karena telah meninggalkan rakyatnya.

Setelah kepergian Ahraf Ghani yang tidak diketahuai itu kemana, dia mulai muncul dalam video bahwa saat ini berada di Uni Emiran Arab, atas kepergiannya saat ini, dia bermaksud agar tidak terjadi lagi pertumpahan darah yang berlarut.

“Untuk saat ini, saya berada di (Uni) Emirate (Arab) agar pertumpahan darah dan kekacauan dihentikan,” kata Ghani sebagaimana dilansir The New Indian Express.

dan pada saat ini dia mengungkapkan keinginan pulangnya, namun untuk kepulangan Ghani ke Afganistan  masih dalam tahap pembicaraan

“Saya sedang dalam pembicaraan untuk kembali ke Afghanistan,” ungkapnya Ghani melalui pesan video pada Rabu (18/8/2021), penampilan pertamanya sejak pergi dari Kabul pada Minggu (15/8/2021).

Taliban kini telah menduduki Ibu Kota Kabul Afganistan dan mulai beraktivitas dalam pemerintahan setelah mereka 2 hari menduduki Kabul.

Baca Juga : TALIBAN, Nafsu Kekuasaan yang Mengatasnamakan Agama

Seperti dilansir AFP, Selasa (17/8/2021), Taliban mengumumkan amnesti umum untuk seluruh pejabat pemerintahan dan menyerukan mereka untuk segera kembali bekerja. Seruan ini disampaikan saat warga setempat masih dalam kondisi waspada terhadap kepemimpinan Taliban.

“Amnesti umum telah ditetapkan untuk semua, jadi Anda seharusnya memulai rutinitas kehidupan Anda dengan kepercayaan diri penuh,” ucapan pernyataan kelompok Taliban pada Selasa (17/8) waktu setempat.

Khawatir dengan kepemerintahan yang akan dijalankan oleh Taliban bayak dari masyrakat Afganistan yang memilih untuk pergi dari Negaranya, karena mereka selama ini berpihak terhadap pemerintah yang di dukung oleh Amerika Serikat (AS), masyarakat kelompok Taliban akan balas dendam terhadap mereka karena telah berpihak kepada pemerintah.

Pada saat ini penerbangan yang berada di kota Kabul tetap berjalan, maskipun kekacauan sempat melanda penerbangan dikarenakan bayaknya  masyarakat yang memenuhi landasan pesawat untuk menaikinya maskipun pesawat sudah penuh ada beberapa orang yang nekat bergelantungan demi ikut penerbangan.

Pada  1996 hingga 2001 lalu, kelompok Taliban pernah meminpin pemerintah dan pada waktu itu dikenal dengan Rezim Pemerintah perempuan tidak boleh sekolah dan hukuman rajam bahkan ada yang dirajam hingga tewas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *