Terungkapnya Mafia Minyak goreng, Akankah harga Kembali normal ?

Terungkapnya Mafia Minyak goreng, akankah harga Kembali normal.
Terungkapnya Mafia Minyak goreng, akankah harga Kembali normal.

NUSANTARAKITA.ID – Kelangkaan serta tingginya harga Minyak Goreng sudah terjadi beberapa bulan, sejak  akhir tahun 2021  lalu. Seluruh lapisan masyarakat sudah merasakan akibat dari  meningkatnya harga  dan kelangkaan minyak goreng tersebut.

Kini mafia minyak goreng telah terungkap. Kejaksaan Agung  Republik Indonesia menetapkan 4 tersangka dalam dugaan kasus Pidana korupsi terkait pemberian izin fasilitator ekspor minyak goreng periode 2021 – 2022, diantaranya yakni Direktur jenderal perdagangan luar negeri pada kementrian perdagangan ( IWW ), Senior Manager Corporate Permata Hijau ( SMA ), Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia ( MPT ) dan yang terakhir General Manager  PT Musi Mas ( PT ).

Baca Juga : Dana BOS Kemenag Segera Cair April 2022, Nominalnya Rp 1,3 triliun

Burhanudin ( Jaksa Agung ) menyatakan tersangka Indrasari telah melakukan perbuatan yang melawan hukum yakni menerbitkan persetujuan exspor terkait komoditi crude palm oil   ( CPO ) dan produk turunanya pada Permata Hijau Group Wilmar Nabati Indonesia, PT multi Mas Nabati Asahan,dan PT Musi Mas. Padahal perusahaan itu belum memenuhi syarat untuk mendapat izin persetujuan ekspor.

Penyidik telah memeriksa Sembilan belas saksi serta memeriksa 596 dokumen atau surat terkait. Dalam kasus ini diduga pelaku telah melanggar Pasal 54 ayat (1 ) Huruf a dan Ayat ( 2 ) huruf a, b, e dan f UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. Kemudian, tiga ketentuan BAB 2 huruf a angka 1 huruf b jo bab 2 huruf c angka 4 huruf c Peraturan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Nomor 2 Perdagangan Luar Negeri per 1 2022 tentang petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan dan pengaturan ekspor CPO. “Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 Tahun 2022 jo Nomor 170 Tahun 2022 tentang penetapan jumlah untuk distribusi kebutuhan dalam negeri dan harga penjualan di dalam negeri,“ ujarnya.

Lalu apakah harga dan stok minyak goreng akan Kembali normal ?

Ketua Yayasan Lembaga konsumen Indonesia ( YLKI ) Tulus Abadi ( 20/04/2022) mengatakan Terbongkarnya kasusu ini tidak serta merta menormalkan harga dan stok minyak goreng, pasalnya struktur pasar minyak goreng, CPO dan Sawit di Indonesia tidak sehat. Namun menurut tulus struktur pasar adalah penyebab utama kemandulan pasar minyak goreng. Tulus berharap pemerintah berani membongkar sturktur pasar itu, sehingga lebih berpihak pada rakyat. Namun jika membongkar terlalu sulit, terdapat dua upaya yang dapat dilakukan pemerintah pertama pemerintah harus memiliki tangki minyak goreng hingga bisa menurunkan harga pasar, kedua Pemerintah menarik lahan lahan yang dijual pada pihak swasta atau lahan yang disewakan.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.