Tingkatkan Nalar Kritis, PC PMII Kabupaten Malang Gelar S.O.A.K

  • Bagikan
Tingkatkan Nalar Kritis, PC PMII Kabupaten Malang Gelar S.O.A.K
Tingkatkan Nalar Kritis, PC PMII Kabupaten Malang Gelar S.O.A.K

NUSANTARAKITA.ID – PC PMII Kabupaten Malang melaksanakan Sekolah Organisasi, Advokasi dan Komunikasi (SOAK) pada tanggal (25-26/09/2021) .

Dengan di laksanakannya acara SOAK tersebut PC PMII kabupaten Malang ingin membangun kader  kritis dan trasformatif  yang mampu memperjuangkan nilai pancasila dan UUD 45, jika terdapat kader PMII yang menyimpang dari dua jalur tersebut, harus mampu mengkritisinya dan memperjuangkan keutuhan nilai-nilai tersebut.

Abuhori S.H ketua umun PC PMII kabupaten Malang  mengungkapkan bahwa kader pergerakan atau PMII wajib mengkritisi persoalan yang berada di Kabupaten Malang dan nanti bisa memberikan solusi atas persoalan tersebut.

“Memang harusnya kader  PMII itu mempunyai nalar yang tentunya berbeda dengan yang bukan aktivis. Kader PMII harus mempunyai indentitas kritis dalam setiap keadaan yang berada disekitar kita dan trasformatif yang kita harus  berikan terhadap persoalan tersebut”, ucapnya.

Baca Juga : Bupati Malang Wacanakan Ganti Kabupaten Malang Jadi Kabupaten Kepanjen

Acara yang dilakukan selama dua hari tersebut bertepat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum desa Ganjaran, yang mana pengasuhnya merupakan salah satu  aktivis PMII, beliau juga sangat mendukung dengan adanya kegiatan PC PMII Kabupaten Malang tersebut, dan beliau juga siap apabila setelah terlaksananya acara Sekolah Organisasi, Advokasi dan Komunikasi (SOAK), kader PMII kabupaten Malang ingin mengkaji persoalan yang ada di Malang.

Ketua II bidang gerakan M Hanif Ubaidillah S, Pd, menurutnya setelah melihat dan membaca bahwa kader PMII Kabupaten Malang, memelurkan pelatihan gerakan untuk membangun semangat gerakan dan faham dengan arah dan maksud gerakan.

”Bahwa menurut analisa kader PMII memang memerlukan pelatihan ini, maka dari itu PC PMII Kabupaten Malang ber inisiatif membuat sekolah Advokasi, beserta akan dilatih khusus untuk menjadi kader pergerakan yang dimana harus mau mengawal  problematika yang terjadi pada lingkungan sosial sekitarnya”. tuturnya

Ketua pelaksana pada acara tersebut Khotib Muhammad menambahkan bahwasanya ketidak pahaman itu terkadang yang menjadikan kita buta akan keadaan sosisal yang terjadi disekitar, dengan adanya sekolah ini akan menjadi pengetahuan yang nantinya mampu di implementasikan dengan nyata.

 

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *