Opini  

Tulisan Kakean Kritik (untuk yang anti kritik)

Tulisan Kakean Kritik (untuk yang anti kritik)

“Buang pujian ke dalam bak sampah dan tampung kritikan ke dalam bokor emas.” [Ir. Soekarno]

Bagi sebagian orang, kritik adalah sesuatu yang dianggap sebagai saran untuk sebuah perbaikan. Tapi, tak jarang juga kritikan dianggap hinaan. Bahkan beberapa kritik dianggap sebagai fitnah hingga harus bersinggungan dengan hukum.

Bagi saya, kritik adalah sebuah bentuk rasa kasih sayang dari seseorang atau kelompok kepada obyek yang di kritik. Mereka sudah dengan sukarela meluangkan waktu, tenaga, juga pikiran untuk mengoreksi setiap kesalahan yang dilakukan dengan harapan akan dilakukannya sebuah perbaikan.

Coba bayangkan! Kita melakukan sesuatu, tetapi tak ada seorangpun yang memberitahu atau mengingatkan bahwa apa yang kita lakukan adalah keliru? Bisa jadi selamanya kita akan merasa paling pintar, paling bersih bahkan lebih fatalnya lagi kita akan merasa paling benar.

Begitu juga dengan birokrasi pemerintahan. Seharusnya birokrasi pemerintahan, baik pusat, provinsi hingga pemerintahan desa mampu memberikan sebuah apresiasi terhadap kritik yang diterima karena itu semua adalah sebuah bentuk kecintaan rakyat kepada pemerintahan.

Dengan adanya kritikan, pejabat pemerintahan layak berterimakasih terhadap semua kritikan yang masuk sehingga pemerintah mampu mengevaluasi setiap kekurangan-kekurangan baik dalam kancah sosial, pelayanan maupun kebijakan.

Baca Juga : Ini Aku dan Cerita Usia 

Kenapa pemerintahan wajib memberi apresiasi kepada setiap kritikan?

Bukan tanpa alasan, mereka (rakyat) telah benar-benar sudi meluangkan waktu untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya dengan mengoreksi secara detail kekeliruan-kekeliruan yang pemerintah lakukan tanpa perlu membayarnya. Bahkan tanpa pemerintah memintanya.

Sekali lagi, bagi para pemimpin dan pejabat pemerintahan, mulai pusat sampai desa hingga RT, ketika mendapati kritikan, berterimakasihlah kepada mereka yang telah dengan tulus meluangkan waktu dan perhatian hanya untuk mengoreksi setiap pekerjaan yang telah anda lakukan. Bukan malah curhat di wall pribadi atau marah-marah tidak jelas dengan mengancam mereka.

-“Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata : LAWAN!” [Wiji Thukul]

Dempok, 29 Mei 2020
Cak Engkong, kritikus yang suka mengkritik tapi enggan dikritik

Tinggalkan Balasan