Warga Desa Sumbertangkil Berharap Bisa Memajukan Desa Melalui Kopi

  • Bagikan
Warga Desa Sumbertangkil Berharap Bisa Memajukan Desa Melalui Kopi
Sumber Foto : Pixabay

NUSANTARAKITA.ID – Berbicara tentang kopi, kopi adalah salah satu jenis tanaman yang banyak ditanam oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Tanaman ini juga bisa bertahan sampai 20 tahun, tergantung bagaimana kita merawatnya, di Indonesia sendiri tenaman ini tidak lepas dari peranan penjajahan Belanda yang membawa bibit kopi dari India pada kisaran tahun 1696.

Di kabupaten Malang, terdapat beberapa desa yang menjadikan kopi sebagai tanaman dan sumber mata pencaharian dikebunnya, salah satunya di desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo Kabupaen Malang, didesa yang terletak di ujung timur ini hampir seluruh penduduknya petani kopi sehingga tak heran disepanjang jalan di desa ini tak ada tanaman lain selain kopi.

Cara perawatnnya yang tidak terlalu rumit menjadikan masyarakat desa ini memutuskan untuk menjadi petani kopi, tentunya juga faktor lingkungan dan letak geogrfis yang mendukung.

Salah satu warga Desa Sumbertangkil Slamet Hariadi warga desa sumbertangkil RT 17 RW 05 itu menyebutkan dirinya sudah lama menjadi petani kopi mengatakan hasil dari sekali panen ini bisa untuk membangun rumah.

“untuk hasil yang didapat tentunya tergantung luas, biasanya sekali panen itu bisa untuk membangun rumah, bahkan itu masih ada sisa ya tentunya jika tidak terlalu sering turun hujan,” ucap Slamet

Baca Juga : Peluang Bisnis, Efendi Pria Asal Dampit Budidaya Ikan Tawar

Untuk bisa menjadi kopi dewasa, bibit kopi yang ditanam membutuhkan waktu yang lamayan lama agar bisa tumbuh dan bisa dipanen, waktu yang dibutuhkan sekitar 3-4 tahun, “ya menanam kopi itu butuh kesabaran, karena dari bibit kopi menjadi kopi yang siap panen itu membutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun baru bisa dipanen,” tambahnya.

Tak hanya satu jenis kopi yang ditanam, bianya masyarakat desa ini menanam beberapa jenis kopi, seperti kopi Sumatra, Jawa, 08 dan lain sebagainya. Selain menanam langsung biasanya Hari Sapaan akrabnya juga mengunakan metode stek untuk menggabungkan kopinya.

Selain faktor cuaca, pemberian pupuk secara berkala juga mempengaruhi hasil dari kopi yang nantinya di panen, Ponidi Pribadi menambahkan idealnya memberi pupuk pada tanam kopi itu 2x dalam setahun.

“ya biasa kan antara bulan  Juni- Agustus itu panen , nanti bulan Oktober dan bulan April itu bisa  kita beri pupuk agar kualitas kopinya bagus,” ujar Ponidi.

Jenis pupuk yang digunankan untuk tanaman kopi juga macam-macam bisa UREA, ZA atau yang lain. Ponidi juga menambahkan harapannya bagi petani kopi di Desa Sumbertagkil itu, “ya harapan saya semoga para penati kopi di Desa ini bisa menghasilkan biji kopi yang bagus dan berkualistas, karena dengan demikian tentu selain memberi penghasilan lebih bagi para petani juga meningkatkan Desa Sumbertangkil itu sendiri sehingga desa ini bisa dikenal oleh masyarakat luas,” tutup petani yang juga jama’ah aktif majlis sholawat Syamsul Huda tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *